Senin, 09 Mei 2011
(11) Geliat AHA Mataram
Jumat, 29 April 2011
(10) Belajar Peternakan Kambing Organik di Pesantren Sunan Kalijaga Yogyakarta
Senin, 18 April 2011
(9) TPQ Alam Al-Qur’an “Ahsanu Amala”
Tak lama setelah menyatakan bergabung, Ustadz Firman diminta oleh pengurus Yayasan untuk berangkat ke Yogyakarta, Solo dan Jakarta untuk mengikuti serangkaian pelatihan terkait dengan pengembangan pendidikan Islam. Beberapa pelatihan diikutinya, diantaranya adalah : Workshop Jurnalistik, Workshop Pengembangan Kurikulum PAUD, Pelatihan Komputer dan Internet, hingga Manajemen dan Kewirausahaan. Studi banding ke beberapa lembaga pendidikan Islam terkemuka juga dilakukannya. Diantaranya adalah : SDIT Hidayatullah Yogyakarta, TPA Sahabat Qur’an Yogyakarta, TK Bintang Bangsaku Jakarta, Sekolah Alam Indonesia Ciaganjur Jakarta dan TKIT Permata Hati Jakarta. “Diharapkan Ustadz Firman memiliki bekal yang cukup untuk mendirikan sekolah Islam formal di Taliwang, kelak” kata Subhan Afifi, M.Si, Ketua Departemen Pendidikan, Yayasan Achmad Hasan Ali. Penyiapan sumber daya insani yang handal di bidang pendidikan memang merupakan strategi yang dikembangkan yayasan ini.
Sekembalinya Ustadz Firman setelah sekitar 1 bulan menuntut ilmu di kota-kota pendidikan itu, pria lajang penuh semangat ini langsung bergerak. Bersama Ustadz Nyarno dan Ustadz Khairul, ia bergerak cepat mempersiapkan program terbaru pesantren, yaitu mendirikan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Alam “Ahsanu Amala”. Konsepnya para santri akan diajak mempelajari ayat-ayat Qauliyah berupa Al-Qur’an dan ayat-ayat Kauniyah berupa alam yang terbentang indah. Para santri cilik itu akan diajak belajar dan bermain dari alam.
Sosialisasi yang dilakukan Ustadz Firman dan kawan dengan cepat meraih simpati dari masyarakat sekitar. Berbondong-bondong mereka mendaftarkan anak-anaknya untuk mengikuti TPQ alam. Sekitar 50 santri terdaftar. Dan mulailah mereka belajar dan bermain, bersama para Ustadz yang sabar dan baik hati.
Jumat, 08 April 2011
(8) Selamat Bergabung di AHA Taliwang
Rabu, 06 April 2011
(7) Habis Gelap Muncullah Listrik
Senin, 04 April 2011
(6) Terjun Bebas di Bumi Taliwang
Minggu, 03 April 2011
(5) Studi Banding AHA Taliwang ke Perwira ABA Klaten
Kamis, 24 Maret 2011
(3) Semangat Qurban : Semangat Ahsanu Amala
Senin, 14 Maret 2011
Foto Kegiatan TPQ Alam
| (1) Kegiatan pendidikan di luar kelas. Belakang : Rumah panggung sebagai pusat kegiatan |
| (2) Para santri berpose riang di dalam kelas |
| (3) Seorang santri latihan tampil di depan teman-temannya |
Selasa, 08 Maret 2011
Fastabiqul Khairat dalam Lelang Keramik, MAU?
Sebagai salah satu rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2 Yayasan AHA Taliwang, pada tanggal 12 Februari 2011 di Pesantren AHA diadakan lelang penggalangan dana untuk memasang keramik di bawah rumah panggung yang menjadi pusat kegiatan AHA sekarang. Ruang bawah itu nantinya akan digunakan sebagai tempat belajar santri TPQ dan TK Alam yang segera akan dibuka.
“InsyaAllah saya 40 kotak keramik,” kata H. Arfandi, anggota Dewan Pembina Yayasan AHA yang jauh-jauh datang dari Mataram, mengawali ketika acara lelang itu dibuka. Lelang ini dimaksud untuk ber-fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan, untuk segera merealisasikan pemasangan keramik itu. Bentuknya berupa bahan material bangunan atau uang tunai seharga material tersebut. Untuk proyek sederhana ini diperlukan sekitar 80 kotak keramik (@ Rp50.000), 25 zak semen (@Rp.60.000), pasir 2 truck + biaya angkut (@Rp.500.000). Belum termasuk ongkos tenaga kerjanya.
Setelah diawali H. Arfan maka berlomba-lombalah mereka yang hadir saat itu untuk mengambil bagian dalam proyek amal shalih investasi akhirat itu. “Saya 4 Zak semen,” kata seseorang. “Saya senilai Rp.500.000,” sahut yang lain. “Saya InsyaAllah 1 truck pasir,” ujar yang disebelahnya. Begitulah semangat ber-fastabiqul khairat tumbuh pada acara itu. Berbagai proyek kebaikan di AHA Taliwang memang diusahakan untuk di gotong bersama-sama, agar semua merasa memiliki. Kesempatan untuk beramal pun terbuka untuk siapa saja. Saat ini proyek pemasangan keramik itu sudah dimulai, tapi ternyata, belum semua kebutuhan terpenuhi. Masih terbuka peluang lebar untuk berkontribusi. MAU ?
Senin, 07 Maret 2011
Rakernas 2 AHA Taliwang
Beberapa perwakilan AHA dari beberapa kota tampak hadir seperti : Dra Hj Nani Arifah (Jakarta), Dr.Subhan Afifi (Yogyakarta), Saefuddin Zuhri dan H. Arfandi (Mataram). Para pengelola Yayasan AHA yang berdomisili di Taliwang, hingga para tokoh masyarakat dan warga sekitar juga ikut memeriahkan acara yang direncanakan berlangsung setiap tahun itu.
Rakernas yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum AHA Taliwang, Drs Agus Bajuri MM, memiliki agenda penting berupa evaluasi program kerja 2010 dan perencanaan program 2011. Dalam laporannya, Pimpinan Pesantren Al-Qur'an dan Wirausaha "Ahsanu Amala", Ustadz Muhammad Hamzah Nyarno, memaparkan kemajuannya yang dicapai lembaga yang dipimpinnya. "Alhamdulillah program-program pesantren baik yang terkait dengan diniyah maupun wirausaha, berjalan lancar dengan izin Allah Ta'ala," katanya. Diantara program-program yang telah dijalankan adalah : Taman Pendidikan Qur'an (TPQ) Alam "Ahsanu Amala", Kajian Ahad Sore (KAS), hingga beberapa unit usaha seperti Peternakan Ayam, Kambing dan Sapi. "Walaupun masih berjalan tertatih-tertatih, tetapi apa yang dicapai sangat luar biasa, dibanding ketika kami pertama kali ke sini," kata Ustadz Nyarno.
Untuk Program tahun 2011, disepakati beberapa hal, seperti : pembukaan akses jalan ke pesantren, pendirian TK Alam Al-Qur'an, dan pembangunan lokasi pesantren berupa pemasangan keramik. Pada kesempatan itu diadakan juga "Lelang Pemasangan Keramik" berupa penggalangan dana spontan dari kaum muslim yang hadir. Alhamdulillah, dana pun mengucur..
Sebagai rangkaian acara Rakernas, diselenggarakan pula Sosialisasi Pendirian TK Alam Alqur'an "Ahsanu Amala" untuk masyarakat Taliwang. Dalam kesempatan itu ditampilkan kebolehan para santri TPQ "Ahsanu Amala" dalam berdo'a, mengaji, hingga Tahfidz Qur'an. "Kami bangga dan terharu dengan penampilan anak-anak itu" ujar seorang yang hadir. Pembinaan keagamaan untuk anak-anak di sekitar Telaga Baru Taliwang memang dirasakan masih kurang, sehingga keberadaan pesantren sangat dinantikan didukung oleh masyarakat.
Seluruh rangkaian Rakernas ditutup dengan do'a dan komitmen untuk bekerja lebih keras lagi. Agar "Membangun Kemuliaan dengan Amal Terbaik" segera terwujud ...Amin Ya Rabb...(**)
Rabu, 16 Juni 2010
Siap Berjuang Melalui AHA Taliwang
Ternyata, tidak lama setelah lulus, saya mendengar di kampung saya, Telaga Baru Taliwang, telah dirintis sebuah pondok pesantren yang menurut saya konsepnya bagus sekali. Belajar Al-Qur'an dan ilmu dien lainnya, tapi juga mempersiapkan santrinya untuk wirausaha. Saya pun jadi sering bertandang ke lokasi pesantren yang tidak jauh dari rumah saya. Menemui Ustadz Nyarno dan Ustadz Khairul, yang memang jauh-jauh datang dari Jawa untuk merintis pesantren itu.
Suatu pagi saya sedang di pesantren, salah seorang pengurus Yayasan Achmad Hasan Ali, Bapak Subhan Afifi, menelpon saya. Beliau menawarkan kesempatan yang luar biasa, apakah mau bergabung dan berjuang bersama di AHA Taliwang. Tanpa ragu saya katakan Ya..InsyaAllah. Inilah mungkin jalan yang ditunjukkan Allah Ta'ala untuk saya. Seperti yang saya cita-citakan.
Tanpa ragu pula saya nyatakan kesiapan saya untuk langsung meluncur ke Jogja seperti yang diminta Pak Subhan. Agar saya bisa mengikuti beberapa workshop dan pelatihan untuk mempersiapkan keterlibatan saya di AHA Taliwang.
Saya pun berangkat ke Yogyakarta. Ini pertama kali saya menginjakkan di kota Gudeg. Saya datang dengan satu niat: mencari ilmu sebanyak-banyaknya, untuk diterapkan kelak di Taliwang, tempat kami akan berjuang. Saya berangkat dari Taliwang, transit 2 hari di Mataram, dan terus melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta. Bus Safari Darma Raya Mataram-Yogyakara yang saya tumpangi berjalan lancar, hingga saya benar-benar sampai di kota pelajar. Walau pertama kali datang ke Jogja, saya tidak perlu bingung-bingung lagi, karena Pak Subhan Afifi sudah datang menjemput.
Hari Rabu, tanggal 19 Mei 2010, saya diajak mengunjungi kampus Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” di Jalan Babarsari. Hati merasa senang dan gembira ketika melihat kampus UPN. Ada nilai lebih yang saya dapatkan dan berbagai pangalaman yang saya rasakan walau baru pertama kali saya lihat. Pak Subhan menawari saya untuk ikut "Workshop Liputan Jurnalistik Antar Budaya" yang kebetulan sedang diadakan Jurusan Komunikasi UPN. Tentu dengan senang hati saya iya-kan. 2 hari saya ikut workshop itu. Sehari untuk teori, dan hari kedua untuk praktek lapangan berupa membuat liputan ke kampung turis di kawasan Mulioboro. "Kelak, keterampilan jurnalistik ini diperlukan untuk mengembangkan AHA Taliwang," kata Pak Subhan memotivasi saya.
Hari ketiga saya di Jogja, saya langsung diajak untuk berkunjung ke SDIT Hidayatullah untuk melihat dan terjun langsung beberapa hari di sana. Saya mencermati perkembangan sekolah yang sekiranya bisa menjadi contoh kelak bila balik ke Taliwang. Ternyata sungguh luar biasa suasana sekolah itu. Bagaimana guru menyambut tamu dan murid di pagi hari, tata kerama warga sekolah hingga keceriaan dan kepatuhan siswa-siswi terhadap peraturan sekolah tanpa tekanan, membuat saya terkesan. Sekolah itu menerapkan kurikulum terpadu berbasis tauhid. Saya lihat siswanya mampu berkomunikasi dengan bahasa inggris yang baik, di tambah lagi dengan hafalan Juz Amma. Itu luar biasa. Sebelum belajar para siswa terlebih dahulu membaca Al-qur’an. Saat waktu shalat Dluha mereka pun tampak antusias, bergantian dan tertib, tanpa di kordinir oleh guru. Ternyata mereka sudah sangat terbiasa. Selama beberapa hari saya menimba ilmu di SDIT Hidayatullah. Diterima dengan baik oleh Kepala Sekolah, Pak Untung, dan segenap guru-guru. Apapun yang saya tanyakan, mereka jawab dengan terbuka dan antusias. Saya sungguh beruntung.
Minggu kedua saya diutus Pak Subhan untuk mengikuti Workshop Penyusunan Kurikulum PAUD yang diselenggarakan oleh TK Bintang Bangsaku. Saya pun berangkat naik kereta api. Alhamdulilah perjalanan lancar, sampai di stasiun Pasar Senen Jakarta. Di sana sudah di jemput juga oleh keluarga Ibu Nani Arifah, juga salah seorang pengurus Yayasan AHA Taliwang yang tinggal di Jakarta. Selama beberapa hari saya mengikuti Workshop yang benar-benar menguras energi dan fikiran. Tugas-tugas yang harus dibuat terkait dengan kurikulum benar-benar menantang buat saya. InsyaAllah ilmu yang saya dapatkan akan sangat bermanfaat untuk AHA Taliwang. Pak Subhan Afifi, sebagai Ketua Departmen Pendidikan AHA Taliwang bilang ke saya bahwa di tahun 2011, Pesantren AHA akan mendirikan PAUD dan TK. Jadi saya harus mempersiapkannya.
Dari Jakarta saya kembali ke Jogja. Meneruskan beberapa program pelatihan, terkait dengan komputer, internet dan manajemen. Saya juga sempat ke Solo, ke rumah Bapak Muchlis Joko Ahmadi, Ketua Departmen Ekonomi dan Usaha Produktif AHA Taliwang. Di sana, saya pun di training beberapa hari terkait kewirausahaan dan kepemimpinan. SubhanAllah..beliau mampu membakar semangat saya untuk berjuang.
Setelah sekitar sebulan berada di Pulau Jawa, sampailah waktunya untuk kembali. Saya pun pulang ke Taliwang untuk menerapkan ilmu yang saya peroleh. Bismillah..InsyaAllah saya siap untuk berjuang menegakkan agama Allah, melalui AHA Taliwang. Bersiap untuk meraih kemulian dengan amal terbaik...ahsanu Amala. (**Firmansyah)
Join The Community